Senin, 07 November 2016

Puisi baru



 Puisi baru

 

Puisi baru adalah suatu jenis puisi modern yang sudah tidak terikat lagi oleh aturan-aturan atau dibuat secara bebas oleh sang pengarang, dan puisi ini ada atau lahir setelah puisi lama. (Puisi yang bebas baik dari segi suku kata, baris, atau rimanya).

Ciri-Ciri Puisi Baru

Beberapa ciri yang ada pada puisi jenis baru adalah :
  • Bentuk puisi baru rapi, serta simetris.
  • Mempunyai sajak akhir (sajaknya teratur).
  • Sebagian besar puisi baru terdiri dari 4 seuntai.
  • Tidak terikat pada sebuah aturan. (Baik dari segi baris, suku kata dan rimanya semuanya bebas).
  • Dibuat atas dasar kemauan sang pengarang puisi (penulis).
  • Tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis). *saling berhubungan

Jenis-Jenis Puisi Baru

Adapun jenis-jenis dari puisi baru, yaitu :

1. Menurut Isinya

Puisi baru menurut isinya dibagi menjadi 7 yang antara lain adalah :
1.     Balada, adalah jenis puisi baru berisi mengenai sebuah al kisah atau cerita tentang sesuatu atau seseorang.
2.     Romance, adalah jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah luapan perasaan cinta, kasih dan sayang.
3.     Himne, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah pujaan untuk tuhan, tanah air atau pahlawan.
4.     Epigram, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai tuntutan atau ajaran hidup.
5.     Ode, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sanjungan untuk orang yang telah berjasa.
6.     Elegi, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai ratapan tangis atau kesedihan.
7.     Satire, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah sindiran atau sebuah kritikan.

2. Menurut Bentuknya

Jika menurut bentuknya, puisi baru dibagi menjadi 8 jenis yang antara lain adalah :
1.     Distikon, adalah jenis puisi baru yang tiap bait dari puisi ini terdiri atas 2 baris saja.
2.     Terzina, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 3 baris.
3.     Kuatrain, adalah jenis puisi baru yang mana tiap bait dari puisi ini terdiri atas 4 baris.
4.     Kuint, adalah jenis puisi baru yang tiap bait dari puisi ini terdiri dari 5 baris.
5.     Sektet, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris.
6.     Septime, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 7 baris.
7.     Oktaf atau Stanza, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 8 baris.
8.     Soneta, adalah jenis puisi baru yang baitnya terdiri dari 14 baris yang mana terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris, dan bait keduanya masing-masing 3 baris.

Contoh Puisi Baru

Puisi Baru, Ciri-Ciri, Contoh dan Jenisnya


Parafrase Puisi

Parafrase puisi adalah menambahkan sebuah kata dalam puisi sehingga puisi menjadi lebih mudah untuk dipahami.

Parafrase contoh puisi diatas

Hari ini tak ada tempat untuk berdiri, sikap lamban membuat kita menjadi mati, siapapun yang bertindak cepat, maka merekalah yang didepan dan siapa yang menunggu walaupun hanya sejenak saja, pasti mereka akan tertinggal.
Puisi baru adalah suatu jenis puisi modern yang sudah tidak terikat lagi oleh aturan-aturan atau dibuat secara bebas oleh sang pengarang, dan puisi ini ada atau lahir setelah puisi lama. (Puisi yang bebas baik dari segi suku kata, baris, atau rimanya).

Ciri-Ciri Puisi Baru

Beberapa ciri yang ada pada puisi jenis baru adalah :
  • Bentuk puisi baru rapi, serta simetris.
  • Mempunyai sajak akhir (sajaknya teratur).
  • Sebagian besar puisi baru terdiri dari 4 seuntai.
  • Tidak terikat pada sebuah aturan. (Baik dari segi baris, suku kata dan rimanya semuanya bebas).
  • Dibuat atas dasar kemauan sang pengarang puisi (penulis).
  • Tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis). *saling berhubungan

Jenis-Jenis Puisi Baru

Adapun jenis-jenis dari puisi baru, yaitu :

1. Menurut Isinya

Puisi baru menurut isinya dibagi menjadi 7 yang antara lain adalah :
1.     Balada, adalah jenis puisi baru berisi mengenai sebuah al kisah atau cerita tentang sesuatu atau seseorang.
2.     Romance, adalah jenis puisi baru yang berisi tentang sebuah luapan perasaan cinta, kasih dan sayang.
3.     Himne, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah pujaan untuk tuhan, tanah air atau pahlawan.
4.     Epigram, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai tuntutan atau ajaran hidup.
5.     Ode, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sanjungan untuk orang yang telah berjasa.
6.     Elegi, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai ratapan tangis atau kesedihan.
7.     Satire, adalah jenis puisi baru yang berisi mengenai sebuah sindiran atau sebuah kritikan.

2. Menurut Bentuknya

Jika menurut bentuknya, puisi baru dibagi menjadi 8 jenis yang antara lain adalah :
1.     Distikon, adalah jenis puisi baru yang tiap bait dari puisi ini terdiri atas 2 baris saja.
2.     Terzina, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 3 baris.
3.     Kuatrain, adalah jenis puisi baru yang mana tiap bait dari puisi ini terdiri atas 4 baris.
4.     Kuint, adalah jenis puisi baru yang tiap bait dari puisi ini terdiri dari 5 baris.
5.     Sektet, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris.
6.     Septime, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 7 baris.
7.     Oktaf atau Stanza, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 8 baris.
8.     Soneta, adalah jenis puisi baru yang baitnya terdiri dari 14 baris yang mana terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris, dan bait keduanya masing-masing 3 baris.

Contoh Puisi Baru

Puisi Baru, Ciri-Ciri, Contoh dan Jenisnya


Parafrase Puisi

Parafrase puisi adalah menambahkan sebuah kata dalam puisi sehingga puisi menjadi lebih mudah untuk dipahami.

Parafrase contoh puisi diatas

Hari ini tak ada tempat untuk berdiri, sikap lamban membuat kita menjadi mati, siapapun yang bertindak cepat, maka merekalah yang didepan dan siapa yang menunggu walaupun hanya sejenak saja, pasti mereka akan tertinggal.

Share:

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar

VIEWERS

368,482

Text Widget

Recent Posts

BTemplates.com